Jujur, bisa saya katakan bahwa sistem nilai di FK angkatan saya sangat merugikan.. Kenapa saya bilang di angkatan saya? Karena tidak seperti tahun2 sebelumnya, dan berubahnya sistem ini sejak angkatan saya :(
Mungkin agak ribet kalo saya jelasin panjang kali lebar sama dengan luas, saya langsung contohkan saja..
Nilai huruf memiliki range tersendiri, A > 86, B 71-85,99 C 50-70,99 D < 50
Dan tiap-tiap nilai huruf mewakili angka-angka yang berbeda yang akan dicetak di suatu lembar kertas bernama KHS (Kartu Hasi Studi)..
Nilai A itu 4, kalo B itu 3, kalo C itu 2 dan kalo D itu 1..
Masih jelas perwakilan nilainya? Oke saya lanjut..
Disini letak merugikannya..
Misalkan, nilai saya di blok 1 akumulasinya adalah 85, teman saya 72.. Masuk range B kan? Iya bener B.. Berapa perwakilan nilainya? Iyap, benar yaitu 3..
Sekarang masuk Blok 2, nilai saya adalah 67, sedangkan teman saya tadi 73.. Saya masuk range C sedangkan teman saya masuk range B kan? Jadi saya dapat perwakilan nilai 2, sedangkan teman saya yaitu 3..
Lalu berapa IPnya?
Tinggal totalkan saja, trus dibagi 2 (sebenarnya dikalikan SKS dulu, tapi untuk permisalan dapat diabaikan karena hasilnya tetap saja seperti ini)
Saya --> (Blok 1 + Blok 2)/2 = (3+2)/2 = 2.5
Teman saya --> (Blok 1 + Blok 2)/2 = (3+3)/2 = 3.0
Wah teman saya IPnya leih gede tuh.. Padahal nilai saya di Blok 1 jauh di atas dia, sedangkan blok 2 gak jauh-jauh amat di bawah dia..
Seandainya, kita pake sistem tahun-tahun sebelumnya (2010 ke atas)..
Nilai 85an bisa saja diwakilkan dengan 3.8an, yang jelas bukan 3 tok.. Sedangkan nilai 67an bisa saja diwakilkan 2.8an, yang jelas bukan 2 tok.. Kita bisa lihat bedanya yaitu (3.8+2.8)/2 = 3.3
Trus yang temen saya? Dia 72 sama 73, yaa anggaplah yang 73 itu 3.1an.. Yang 72 tetep 3 karena beda tipis bener sama batas bawah B, yaitu 71.. Jadi IPnya (3.1+3)/2 = 3.05
Gimana bedanya? Sudah ketahuan belum letak merugikannya..
Sebenarnya pernah ada sosialisasi masalah sistem nilai dari pihak UPK, terus salah satu teman saya, iya Sifa (pasti yang baca ntar komen) menanyakan sistem nilai ini yang dianggap merugikan.. Tapi jawabannya belum memuaskan.. Bagi saya sih masih ngambang layaknya umpan pancing yang gak laku-laku dimakan ikan :)
Tapi yaa itulah sistem, bagi kita yang mengikuti sistem hanya bisa mengikuti.. Sedangkan mereka yang menjalankan sistem tanpa memikirkan kami-kami yang menjalankan sistem seperti ini, entah apakah memang perintah dari atasan sistem sehingga sistem yang dijalankan seperti ini, atau karena ada alasan tertentu.. Tapi bagi saya, ini sih gak penting..Tapi kasian bagi mereka yang mau ambil beasiswa yang mempersyaratkan nilai..Kasian juga bagi mereka yang mau ambil spesialis yang juga mempersyaratkan nilai..
Beasiswa? Gimana coba kalo syaratnya IPK harus di atas 3.. Toh pihak beasiswa mana tau dan mana mau tau kalo sistem nilai di FK sperti ini, beda dengan fakultas lain.. Begitu juga dengan spesialis, apalagi di universitas lain yang sistem nilainya beda..
Terkadang dibalik nilai yang kita dapat, tersimpan sekian persen keberuntungan, atau disertai sekian persen ketidakberuntungan.. Nilai besar belum tentu ilmunya juga besar, dan nilai kecil belum tentu ilmunya juga kecil.. Nilai itu hanya sebatas hitam di atas putih sebagai wujud apresiasi hasil ujian yang kita lalui.. Ukuran ilmu bukan dilihat dari nilai, bukan, sama sekali bukan.. Ilmu gak bisa diukur.. Mungkin kita pernah menganggap si Oom Albert Einstein itu ilmunya banyak, mengapa coba?
Iya, jawabannya karena ilmunya itu diterapkan dan manfaatnya telah dirasakan oleh orang lain.. Jadi, sebaik-baik ilmu itu sebenarnya adalah ilmu yang diterapkan dan memiliki manfaat bagi orang lain.. Bukan ilmu dari nilai yang besar..
Mari luruskanlah niat kita.. Kuliah di FK bukanlah untuk mendapatkan nilai setinggi-tingginya, tapi menggali ilmu sebanyak mungkin yang pada saatnya nanti akan kita terapkan dalam profesi kita sebagai dokter kelak.. Ilmu yang banyak dan bermanfaat Insya Allah nilai akan ikut mengiringi langkah ilmu tersebut..
Sekian :)
Semoga bermanfaat..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar